default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Sistem Zonasi, Warga Jember : Terimakasih Anak Saya Bisa Masuk di Sekolah Favorit

Sistem Zonasi, Warga Jember : Terimakasih Anak Saya Bisa Masuk di Sekolah Favorit
Edukasi
Gambar Ilustrasi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Salah seorang wali murid warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember,  Provinsi Jawa Timur Ahmad mengaku terimakasih, kepada pemerintah terkait kebijakan pemerintah dengan sistem zonasi.

Menurutnya, selama ini ia sangat menginginkan anaknya masuk sekolah SMAN 1 Kalisat, mengingat sebelumnya anak pertamanya meskipun dekat dengan sekolah tersebut tidak bisa masuk.

"Menurut saya sistem zonasi ini sangat menguntungkan bagi kami masyarakat kecil dan kemampuan terbatas seperti kami bisa diterima. Anak saya yang pertama dulu tidak diterima," terang Ahmad, Selasa (25/06/2019).

Kata Ahmad, dengan pola seperti itu pemerintah secara tidak langsung memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada putra daerah untuk bisa disekolahkan di sekolah yang menjadi rebutan tersebut.

"Terimakasih anak saya bisa masuk di sekolah favorit. Kalau tidak ada kebijakan seperti ini, mungkin anak saya kayaknya sulit diterima," ucapnya dengan nada gembira.

Perlu diketahui, SMAN 1 Kalisat menjadi sekolah incaran dan menjadi sekolah  di wilayah Kecamatan Kalisat, Silo, Ledokombo dan Sumberjambe.

Sehingga, banyak putra daerah Kalisat sendiri banyak yang tidak bisa masuk ke sekolah tersebut, karena harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

"Dengan adanya kebijakan ini,  putra daerah akan semakin terbuka untuk masuk. Dan tidak menutup kemungkinan yang berprestasi bisa masuk dari daerah luar. Saya pribadi mendukung," sebut salah seorang guru PNS inisial FN.

Sebelumnya, Mendiknas Muhadjir Effendy menjelaskan, bahwa kebijakan zonasi diprediksi akan berdampak positif kepada pemerataan  infrastruktrur peserta didik dan guru.

"Justru zonasi itu untuk segera menyelesaikan masalah infrastruktur dan ketidakmerataan guru, karena zonasi ini untuk memperkecil atau mau close up masalah," tambahnya.

Kata dia, kalau petanya itu nasional terkesan buram dan sulit dipetakan jika ada persoalan.

"Tetapi kalau dipecah-pecah ke dalam zona-zona itu menjadi lebih tajam atau luas," lugasnya saat rapat dengan pendapat dengan Komisi X beberapa hari lalu.

Dia juga menegaskan kalau Kemendikbud akan menyelesaikan per zona dalam menerapkan sistem zonasi. Masalah itu, kata Muhajir, akan selesaikan per zona.

"Dari ketidakmerataan peserta didik itu, kemudian juga kesenjangan guru, ketidakmerataan guru kemudian juga jomplangnya antar sekolah itu akan ketahuan," sergahnya. 


Kontributor : Asikin
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar